Minggu, 07 Agustus 2011

Don't deny it ! :D

Pandanglah aku seperti apa yang terlihat oleh matamu.
Tapi lihatlah aku dg mata hatimu.
Masihkah ada luka?
Semua pernah terluka, tp tergantung pada pribadi masing2, ingin smbuh dr luka, atau tetap merasa perih karena luka.
Nyamankah hidup diselimuti luka?
Tidak ada satu insan pun yang mengangguk akan pertanyaan itu.
Jangan siksa dirimu dengan luka yang kau buat sendiri.
Sekalipun luka itu tak sengaja menyentuhmu, obati. Lalu nikmatilah indahnya tanpa luka.
Aku, hanya bisa berdiri menunggu kau terobati dari luka, sebab kaupun tak ingin aku menyentuhnya, apalagi membiarkan aku mengobatinya.
Ingatlah, renungi, resapi. beribu langkah, sentuhan, ucapan, bukan luka, tidak ada luka, dan memang bukan luka.
Kau yang membuatnya, bukan aku, bukan siapapun.
Lihatlah, sesungguhnya kita tak terluka parah, hanya goresan.
Sembuhkan...
Dan lihat aku kembali :)

Rabu, 13 Juli 2011

Hanya Galau, kawan !! ;-(

Aku ingin hidup di HUTAN,
Hanya bertemankan MACAN,
Mejauh dari para SETAN yg BERKELIARAN,
Agar aku terhindar dari PENGKHIANATAN,
Ampuni aku TUHAN,
Aku hanya insan yg tak luput dari KESALAHAN,
Aku hanya butuh PERLINDUNGAN,
Dan sedikit rasa NYAMAN,
HEY !!! Dimanakah kau KAWAN ???
Rengkuh aku walau hanya dlm KHAYALAN,
Karena aku sedang diselimuti rasa BOSAN pd KEHIDUPAN,
Yang seolah nampak MEMOJOKKAN. . .


just share 4 u all. hoho
created by : Hesty Kharisma Dewi ^_^

To my dearest friend, to a misunderstanding...

Hidup bagai di tepi jurang, kau tarik aku atau kau dorong sajalah aku kawan! itu kputusanmu.
Tapi sejauh ini, tidak ada yang kau lakukan. Kau hanya terdiam, menununggu hingga aku terjatuh sendiri ke bawah, atau mungkin aku menarik diri dan menghampirimu, memohon padamu untuk tetap menggenggamku.
Oh, Egoisnya kau kawan!
Maaf, tapi aku lebih memilih tetap berdiri di tepi jurang ini. Menunggu kau menggenggamku kembali. Berusaha berdiri tegak, walau sesungguhnya kaki ini lemas, dan hampir terjatuh ke bawah.

Hanya sekedar mengingatkanmu kembali, bahwa Aku KAWANmu bukan MUSUHmu...

grateful

Bismillahirahmaniirahiim... Insya Allah...

Aq sll syg stiap org yg b'ada d skitarku.
Skalipun mreka tak menyayangi ataupun m'hargaiku.
Jd, bayangkn btp syg nya aq thdp mreka yg sdh jelas dkat d hatiku#insya allah :)

Smoga aq sll bs mnyayangi tnp pamrih.

Aku...
Syg thpd DIA, yg mengizinkanku ttp hdup.
Syg kpd kluargaku, yg sll dpt melindungiku.
Syg kpd shbat2ku, yg sll bs mbuatku tsenyum.
Syg kpd engkau, yg sll ad d saat aq btuh.
dan Syg kpd klian smua yg sll mbuat aq lbh mhargai hdup...

Dlm hti, sesungguhnya ada rsa syukur yg bgtu dlm akn itu smua. Trimksh Yang Maha Pengasih. Trmksh ats appun yg sdh tjadi dlm hdupku...

Smua makhluk d bumi pun tau, mjalani hdup tdk smudah tdur di kala mengantuk, atw appun lah.

Tp bagiku, aq hny tak mau lg mbuat sgalanya mjd beban. Sebab mgk, smua mjd beban di kala aq lupa akn rsa syukur...pdhl sesungguhnya smua akn mudh, jk bfikir mudah.

B'syukurlah Hesty...
B'syukurlah kawan. Allah sll m'beri khbgiaan d stiap qt m'hela nafas.

Alhamdulillah...amiin :)

For My Inspiration

Gelap pekat malam iringi,
Gemerlapmu sinari malam hari,
Bahagia lupakan cengkraman luka,
Sebab jiwamu tak layak terluka,
Saat kuncup bunga masih terlelap,
Kali ini ku ucap selamat hari bahagia dengan banyak harap,
Semoga segalanya tercapai olehmu,
Semoga segalanya semakin indah bagimu,
Sayang, walau kadang apa yang terjadi padamu tak karuan,
Tapi engkau selalu tampak berkilauan...

Selamat ulang tahun untuk penyejuk jiwaku tersayang.
Di hari bahagiamu ini hingga nanti, takkan ku biarkan air matamu berlinang.
#insya allah.

I do love u, aa... Happy birthday :*

NO reason, I just can say "I do Love you"

Jika saat itu aku tetap terdiam terpaku, tak melangkah ke arahmu. Maka mungkin hidupku tak akan pernah seindah seperti sekarang ini, penuh warna. Terima kasih karena telah bersedia menengok ke arahku, yang tanpa sadar ternyata aku telah menunggumu.

Awalnya, entah menunggumu untuk apa. Tapi dengan sedikit respon darimu, yang menurutku sangat berarti itulah, aku sadar bahwa aku memang menunggu sosok penyejuk hati sepertimu. Tapi jangan salah paham, penantianku tulus. Aku tidak ingin merampas apa yang belum layak menjadi hak-ku. Saat itu, tak terbesit segaris goresanpun, aku ingin memilikimu, merampasmu dari genggaman pujaan hatimu.

Aku hanya selalu merasa ada selimut kenyamanan, jika berbincang, bercanda, atau berbagi banyak hal denganmu...emm, ataupun mendengar keluh kesahmu tentang cintamu...jujur, saat itu tak ada sakit hati, tapi hanya merasa senang karna kau dapat menaruh kepercayaan padaku.

Namun, entah mengapa? Saat ku tahu, kau tersia2kan, aku pun hancur. Berusaha membuatmu tetap tegar, walau aku sendiri pun tak tau sesungguhnya harus bagaimana. Mungkin dengan mendengarkan ceritamu, terkadang sedikit memberi semangat atau nasehat. Aku berharap itu dapat membantumu bangkit. Tapi ternyata tanpa sadar, saat itulah aku terjatuh.

Kau mungkin sudah bangkit dari keterpurukan, tapi aku... Aku jatuh, jatuh karenamu, jatuh cinta padamu.
Di awal, aku ragu, takut, bahkan khawatir rasa ini hanya sekedar iba karena tak rela kau tersakiti. Tapi semakin menyadari, bahwa ternyata aku memang sudah memliki "rasa" yang kebanyakan orang sulit mendefinisikan nya... Itu cinta, ya...itu cinta.

Demi nama-NYA, demi nama orang tuaku, dan demi namamu yang kusayang. Sumpah.
Aku memiliki "rasa" ini bukan karena iba, atau karena kau menyenangkan, membuatku merasa nyaman, atau mungkin karena kau selalu tampak terlihat hebat di mataku, atau banyak hal yang bisa di gambarkan secara jelas. Tidak dan bukan karena itu, bahkan mungkin alasannya lebih dari itu.

Tak mengerti, tak bisa, dan tak mampu menjelaskan, mengapa saat itu dan hingga sekarang, bahkan mungkin selamanya...aku bisa memiliki "rasa" ini untukmu.
Maaf, tak ada yang bisa kujelaskan. Yang aku tahu saat ini, bahwa aku hanya mencintaimu, sangat mencintaimu, sayang :*