Jika saat itu aku tetap terdiam terpaku, tak melangkah ke arahmu. Maka mungkin hidupku tak akan pernah seindah seperti sekarang ini, penuh warna. Terima kasih karena telah bersedia menengok ke arahku, yang tanpa sadar ternyata aku telah menunggumu.
Awalnya, entah menunggumu untuk apa. Tapi dengan sedikit respon darimu, yang menurutku sangat berarti itulah, aku sadar bahwa aku memang menunggu sosok penyejuk hati sepertimu. Tapi jangan salah paham, penantianku tulus. Aku tidak ingin merampas apa yang belum layak menjadi hak-ku. Saat itu, tak terbesit segaris goresanpun, aku ingin memilikimu, merampasmu dari genggaman pujaan hatimu.
Aku hanya selalu merasa ada selimut kenyamanan, jika berbincang, bercanda, atau berbagi banyak hal denganmu...emm, ataupun mendengar keluh kesahmu tentang cintamu...jujur, saat itu tak ada sakit hati, tapi hanya merasa senang karna kau dapat menaruh kepercayaan padaku.
Namun, entah mengapa? Saat ku tahu, kau tersia2kan, aku pun hancur. Berusaha membuatmu tetap tegar, walau aku sendiri pun tak tau sesungguhnya harus bagaimana. Mungkin dengan mendengarkan ceritamu, terkadang sedikit memberi semangat atau nasehat. Aku berharap itu dapat membantumu bangkit. Tapi ternyata tanpa sadar, saat itulah aku terjatuh.
Kau mungkin sudah bangkit dari keterpurukan, tapi aku... Aku jatuh, jatuh karenamu, jatuh cinta padamu.
Di awal, aku ragu, takut, bahkan khawatir rasa ini hanya sekedar iba karena tak rela kau tersakiti. Tapi semakin menyadari, bahwa ternyata aku memang sudah memliki "rasa" yang kebanyakan orang sulit mendefinisikan nya... Itu cinta, ya...itu cinta.
Demi nama-NYA, demi nama orang tuaku, dan demi namamu yang kusayang. Sumpah.
Aku memiliki "rasa" ini bukan karena iba, atau karena kau menyenangkan, membuatku merasa nyaman, atau mungkin karena kau selalu tampak terlihat hebat di mataku, atau banyak hal yang bisa di gambarkan secara jelas. Tidak dan bukan karena itu, bahkan mungkin alasannya lebih dari itu.
Tak mengerti, tak bisa, dan tak mampu menjelaskan, mengapa saat itu dan hingga sekarang, bahkan mungkin selamanya...aku bisa memiliki "rasa" ini untukmu.
Maaf, tak ada yang bisa kujelaskan. Yang aku tahu saat ini, bahwa aku hanya mencintaimu, sangat mencintaimu, sayang :*
Awalnya, entah menunggumu untuk apa. Tapi dengan sedikit respon darimu, yang menurutku sangat berarti itulah, aku sadar bahwa aku memang menunggu sosok penyejuk hati sepertimu. Tapi jangan salah paham, penantianku tulus. Aku tidak ingin merampas apa yang belum layak menjadi hak-ku. Saat itu, tak terbesit segaris goresanpun, aku ingin memilikimu, merampasmu dari genggaman pujaan hatimu.
Aku hanya selalu merasa ada selimut kenyamanan, jika berbincang, bercanda, atau berbagi banyak hal denganmu...emm, ataupun mendengar keluh kesahmu tentang cintamu...jujur, saat itu tak ada sakit hati, tapi hanya merasa senang karna kau dapat menaruh kepercayaan padaku.
Namun, entah mengapa? Saat ku tahu, kau tersia2kan, aku pun hancur. Berusaha membuatmu tetap tegar, walau aku sendiri pun tak tau sesungguhnya harus bagaimana. Mungkin dengan mendengarkan ceritamu, terkadang sedikit memberi semangat atau nasehat. Aku berharap itu dapat membantumu bangkit. Tapi ternyata tanpa sadar, saat itulah aku terjatuh.
Kau mungkin sudah bangkit dari keterpurukan, tapi aku... Aku jatuh, jatuh karenamu, jatuh cinta padamu.
Di awal, aku ragu, takut, bahkan khawatir rasa ini hanya sekedar iba karena tak rela kau tersakiti. Tapi semakin menyadari, bahwa ternyata aku memang sudah memliki "rasa" yang kebanyakan orang sulit mendefinisikan nya... Itu cinta, ya...itu cinta.
Demi nama-NYA, demi nama orang tuaku, dan demi namamu yang kusayang. Sumpah.
Aku memiliki "rasa" ini bukan karena iba, atau karena kau menyenangkan, membuatku merasa nyaman, atau mungkin karena kau selalu tampak terlihat hebat di mataku, atau banyak hal yang bisa di gambarkan secara jelas. Tidak dan bukan karena itu, bahkan mungkin alasannya lebih dari itu.
Tak mengerti, tak bisa, dan tak mampu menjelaskan, mengapa saat itu dan hingga sekarang, bahkan mungkin selamanya...aku bisa memiliki "rasa" ini untukmu.
Maaf, tak ada yang bisa kujelaskan. Yang aku tahu saat ini, bahwa aku hanya mencintaimu, sangat mencintaimu, sayang :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar