Hidup bagai di tepi jurang, kau tarik aku atau kau dorong sajalah aku kawan! itu kputusanmu.
Tapi sejauh ini, tidak ada yang kau lakukan. Kau hanya terdiam, menununggu hingga aku terjatuh sendiri ke bawah, atau mungkin aku menarik diri dan menghampirimu, memohon padamu untuk tetap menggenggamku.
Oh, Egoisnya kau kawan!
Maaf, tapi aku lebih memilih tetap berdiri di tepi jurang ini. Menunggu kau menggenggamku kembali. Berusaha berdiri tegak, walau sesungguhnya kaki ini lemas, dan hampir terjatuh ke bawah.
Hanya sekedar mengingatkanmu kembali, bahwa Aku KAWANmu bukan MUSUHmu...
Tapi sejauh ini, tidak ada yang kau lakukan. Kau hanya terdiam, menununggu hingga aku terjatuh sendiri ke bawah, atau mungkin aku menarik diri dan menghampirimu, memohon padamu untuk tetap menggenggamku.
Oh, Egoisnya kau kawan!
Maaf, tapi aku lebih memilih tetap berdiri di tepi jurang ini. Menunggu kau menggenggamku kembali. Berusaha berdiri tegak, walau sesungguhnya kaki ini lemas, dan hampir terjatuh ke bawah.
Hanya sekedar mengingatkanmu kembali, bahwa Aku KAWANmu bukan MUSUHmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar